WhatsApp_Image_2026-05-13_at_12.23.38.jpeg

Pematangsiantar, Rabu (13/05/2026) – Menghadapi dinamika tuntutan kerja dan kompleksitas perkara yang kian tinggi, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung RI mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan seminar nasional bertajuk "Peningkatan Kesadaran dan Ketangguhan Mental (Mental Health Awareness) Bagi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama".

Acara yang digelar secara virtual ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh satuan kerja peradilan agama di seluruh Indonesia, termasuk Pengadilan Agama (PA) Pematangsiantar.

Pembukaan Oleh Dirjen Badilag: Menjaga Integritas Melalui Kesehatan Mental

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Bapak Drs. Muchlis, S.H., M.H.. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa ketangguhan mental (psychological resilience) merupakan fondasi penting bagi aparatur peradilan dalam menjaga profesionalisme dan integritas.

"Resiliensi bukan sekadar bertahan dalam tekanan, melainkan kemampuan untuk tetap bangkit dan memberikan performa terbaik di tengah kompleksitas perkara yang kita hadapi sehari-hari," tegas beliau dalam pembukaan acara.

Menghadirkan Narasumber Pakar: Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian

Ditjen Badilag menghadirkan narasumber istimewa, Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, CEO ESQ Corp, yang membedah tema "Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara". Dalam paparannya, beliau membekali para peserta dengan teknik pengelolaan stres dan penguatan kecerdasan emosional agar tetap fokus pada pengabdian kepada masyarakat.

 

WhatsApp_Image_2026-05-13_at_14.04.00.jpeg

Kehadiran Kolektif PA Pematangsiantar di Ruang Media Center

Bertempat di Ruang Media Center PA Pematangsiantar, kegiatan ini diikuti langsung secara full team mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Hadir dalam ruangan tersebut:

  • Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H. (Ketua PA Pematangsiantar).

  • Para Hakim.

  • Panitera dan Sekretaris.

  • Seluruh Pegawai ASN Pengadilan Agama Pematangsiantar.

Catatan Ketua PA Pematangsiantar: Komitmen Pelayanan Prima

Di sela-sela kegiatan, Ketua PA Pematangsiantar, Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H., memberikan tanggapannya terkait pentingnya kegiatan ini bagi internal satuan kerja.

"Kesehatan mental adalah aset yang sangat berharga bagi kami. Menghadapi kompleksitas perkara setiap hari tentu membutuhkan ketenangan batin dan ketangguhan mental yang luar biasa," ujar beliau. Beliau menambahkan bahwa pelayanan prima kepada masyarakat hanya bisa terwujud jika aparatur memiliki mental yang sehat dan tangguh dalam menghadapi dinamika di lapangan.

 

Harapan Ke Depan

Melalui keikutsertaan dalam agenda nasional ini, PA Pematangsiantar berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan sehat secara psikologis. Diharapkan, dengan mental yang lebih tangguh, seluruh aparatur PA Pematangsiantar dapat terus memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan, transparan, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat pencari keadilan di Kota Pematangsiantar.

 

_TIM IT PENGADILAN AGAMA PEMATANGSIANTAR_

 

WhatsApp_Image_2026-05-07_at_11.04.56.jpeg

Pematangsiantar, 7 Mei 2026 – Pengadilan Agama (PA) Pematangsiantar kembali menyelenggarakan agenda rutin Rapat Koordinasi (Rakor) pada hari Kamis (07/05). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang PA Pematangsiantar, segera setelah seluruh aparatur menyelesaikan kegiatan Pembinaan Mental (Bintal).

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar, Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H. Kehadiran seluruh unsur pimpinan, mulai dari Hakim, Panitera, Sekretaris, hingga seluruh staf, menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan di instansi tersebut.

Kesinambungan Antara Mental dan Kinerja

Pelaksanaan rapat yang digelar selepas acara Bintal ini bertujuan untuk menyelaraskan kesiapan mental dengan profesionalisme kerja. Dalam arahannya, Ibu Sri Hartati menyampaikan bahwa penguatan mental yang baru saja didapatkan melalui Bintal harus diimplementasikan dalam bentuk integritas yang nyata saat bekerja.

"Setelah kita bersama-sama memperkuat sisi spiritual dan mental dalam acara Bintal tadi, kini saatnya kita fokus mengevaluasi teknis pekerjaan kita. Kinerja yang hebat harus didasari oleh mentalitas yang bersih dan jujur," tegas Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H.

WhatsApp_Image_2026-05-07_at_11.04.55.jpeg

Agenda Pembahasan Utama

Dalam rapat yang berlangsung di Ruang Sidang tersebut, terdapat beberapa poin evaluasi dan rencana strategis yang dibahas, di antaranya:

  • Optimalisasi Layanan Perkara: Evaluasi terhadap kecepatan penyelesaian perkara melalui sistem SIPP dan pemanfaatan e-court secara maksimal.

  • Kedisiplinan dan Kebersihan: Mengingatkan kembali pentingnya kedisiplinan jam kerja serta menjaga kenyamanan lingkungan kantor, terutama di area pelayanan publik.

  • Tindak Lanjut Hasil Temuan: Memastikan setiap kendala yang ditemukan pada bulan sebelumnya telah mendapatkan solusi yang tepat agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan rapat ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana pimpinan memberikan kesempatan bagi pegawai untuk memberikan masukan terkait hambatan di lapangan. Dengan adanya rapat koordinasi yang dilaksanakan secara berkala ini, PA Pematangsiantar optimis dapat terus memberikan pelayanan yang prima dan akuntabel bagi para pencari keadilan di wilayah Pematangsiantar.

 

TIM IT PENGADILAN AGAMA PEMATANGSIANTAR

WhatsApp_Image_2026-04-21_at_15.24.31.jpeg

 

Pematangsiantar | Selasa, 21 April 2026

Ketua Pengadilan Agama (PA) Pematangsiantar, Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H., beserta jajaran Hakim PA Pematangsiantar menghadiri rangkaian acara Seminar Nasional dan Puncak Peringatan HUT Ke-73 Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Tahun 2026 secara daring. Kegiatan ini diikuti dengan khidmat melalui platform Zoom Meeting bertempat di Ruang Media Center PA Pematangsiantar.

Sinergi untuk Negeri: "Hakim Terpercaya, Rakyat Sejahtera"

Peringatan tahun ini mengusung tema "HAKIM TERPERCAYA, RAKYAT SEJAHTERA". Sebuah pesan kuat yang menekankan bahwa integritas hakim merupakan pilar utama dalam menciptakan keadilan yang bermuara pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Laporan Ketua Panitia dan Kehadiran Pimpinan MA

Acara yang berpusat di Gedung Mahkamah Agung Republik Indonesia ini dibuka dengan laporan dari Ketua Panitia Penyelenggara, Yang Mulia Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H. Dalam laporannya, beliau menyampaikan esensi dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-73 ini sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas intelektual para hakim di seluruh Indonesia.

Acara ini dihadiri langsung oleh pimpinan tertinggi peradilan:

  • Yang Mulia Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. (Ketua Mahkamah Agung RI)

  • Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial dan Non-Yudisial.

  • Para Hakim Agung dan jajaran pejabat serta pegawai Mahkamah Agung RI.


WhatsApp_Image_2026-04-21_at_15.22.55.jpeg

 

Komitmen dari Pematangsiantar

Meskipun hadir secara virtual, suasana penuh semangat kebangsaan dan profesionalisme tetap terasa di ruang Media Center PA Pematangsiantar. Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan penuh terhadap arah kebijakan Mahkamah Agung.

"Kami mengapresiasi kerja keras panitia di bawah kepemimpinan Yang Mulia Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H. yang telah menyelenggarakan acara ini. Semangat 'Hakim Terpercaya' akan terus kami implementasikan dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat di Pematangsiantar," ungkap Ibu Sri Hartati.

Penutup

Acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan narasumber berkompeten untuk membedah tantangan peradilan modern. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh hakim, khususnya di lingkungan PA Pematangsiantar, dapat terus meningkatkan kredibilitas demi mewujudkan peradilan yang agung.


Tim IT PA Pematangsiantar

WhatsApp_Image_2026-04-20_at_12.06.17.jpeg

 

PEMATANGSIANTAR – Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar, Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H., menghadiri undangan Walikota Pematangsiantar dalam rangka acara Tepung Tawar Jemaah Haji Kota Pematangsiantar Tahun 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang sarat dengan nilai religius dan adat ini dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, bertempat di Gedung Pertemuan Kota Pematangsiantar pukul 11.00 WIB.

Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk syukur sekaligus doa restu dari jajaran Pemerintah Kota dan masyarakat Pematangsiantar kepada para calon jemaah haji yang akan segera berangkat ke Tanah Suci. Prosesi tepung tawar dilakukan sebagai simbol pemberian semangat, keselamatan, dan kesehatan bagi para jemaah selama menjalankan ibadah haji.


Kehadiran Tokoh dan Unsur Forkopimda

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di wilayah Kota Pematangsiantar, di antaranya:

  • Ibu Herlina, Wakil Walikota Pematangsiantar;

  • Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H., Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar;

  • Ketua MUI Kota Pematangsiantar;

  • Unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kota Pematangsiantar;

  • Serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

WhatsApp_Image_2026-04-20_at_12.06.16.jpeg

 

Sinergi dan Doa Bersama

Dalam kesempatan tersebut, kehadiran Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar menunjukkan dukungan instansi terhadap kegiatan sosial-keagamaan di wilayah Pematangsiantar. Selain mempererat tali silaturahmi antarinstansi dalam jajaran Forkopimda, acara ini juga menjadi momentum untuk mendoakan agar seluruh jemaah haji asal Kota Pematangsiantar dapat menjalankan rukun Islam kelima dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

"Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan kita semua dalam mengantar tamu-tamu Allah. Semoga para jemaah senantiasa diberikan kekuatan dan perlindungan," ungkap ibu Sri Hartati.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Kota Pematangsiantar, diikuti dengan pemberian ucapan selamat secara simbolis kepada perwakilan calon jemaah haji. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh khidmat hingga selesai.

 

TIM IT PENGADILAN AGAMA PEMATANGSIANTAR

Pastikan Kepentingan Terbaik bagi Anak, Majelis Hakim PA Pematangsiantar Laksanakan Pemeriksaan Setempat (Descente)

 

WhatsApp Image 2026 04 17 at 17.13.04

Guna memastikan terpenuhinya hak-hak anak dan memberikan rasa keadilan yang substansial, Majelis Hakim Pengadilan Agama (PA) Pematangsiantar melakukan Pemeriksaan Setempat atau Descente dalam perkara sengketa penguasaan anak (hadhanah). Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata lembaga peradilan dalam mengimplementasikan prinsip The Best Interests of the Child atau kepentingan terbaik bagi anak.

Menilik Kondisi Riil di Lapangan

Pemeriksaan setempat ini dilakukan untuk memverifikasi secara langsung kondisi faktual yang tidak selamanya bisa tergambarkan secara utuh melalui persidangan formal di dalam ruang sidang. Majelis Hakim merasa perlu untuk melihat secara nyata situasi hunian, lingkungan sosial, serta pola asuh yang diterima oleh anak-anak yang menjadi objek perkara.

Perkara ini menarik perhatian karena melibatkan dua orang anak yang masih berada dalam usia emas (golden age):

  • Anak Pertama: Berusia sekitar 1,5 tahun.

  • Anak Kedua: Berusia sekitar 4 tahun.

Pada usia tersebut, anak-anak sangat rentan dan membutuhkan stabilitas emosional serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang fisik maupun psikologisnya. Dengan turun langsung ke lokasi, Majelis Hakim dapat mengobservasi bagaimana kedekatan emosional antara anak dengan pemegang hak asuh saat ini, serta kelayakan fasilitas pendukung yang tersedia.

WhatsApp Image 2026 04 17 at 17.13.04 1

 

Profesionalisme dan Transparansi Peradilan

Proses descente ini merupakan bagian dari upaya hakim untuk memperoleh keyakinan yang bulat sebelum menjatuhkan putusan. Ketua Majelis yang memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa dalam perkara keluarga, terutama yang menyangkut masa depan anak, hakim tidak boleh hanya menjadi "corong undang-undang" yang terpaku pada bukti surat dan keterangan saksi semata.

"Kami perlu memastikan bahwa di mana pun anak ini nantinya ditempatkan berdasarkan putusan pengadilan, lingkungan tersebut haruslah aman, sehat, dan mampu menjamin kebutuhan dasar serta kasih sayang bagi mereka," ujar salah satu anggota Majelis Hakim di sela-sela pemeriksaan.

Langkah ini juga disambut positif oleh masyarakat dan para pihak yang berperkara. Kehadiran hakim di lapangan dinilai sebagai bentuk transparansi dan keseriusan pengadilan dalam menggali kebenaran material. Hal ini membuktikan bahwa negara hadir melalui pengadilan untuk melindungi hak-hak sipil anak.

Dasar Pengambilan Keputusan yang Objektif

Hasil dari pemeriksaan setempat ini nantinya akan dituangkan dalam berita acara persidangan dan menjadi pertimbangan krusial dalam musyawarah Majelis Hakim. Beberapa aspek yang menjadi poin pengamatan antara lain:

  1. Kelayakan Tempat Tinggal: Kebersihan, keamanan, dan ketersediaan ruang bagi anak.

  2. Lingkungan Sosial: Apakah lingkungan sekitar mendukung sosialisasi anak yang sehat.

  3. Kesejahteraan Psikologis: Melihat interaksi spontan anak di lingkungan sehari-hari.

Dengan dilaksanakannya descente ini, putusan yang akan dijatuhkan oleh PA Pematangsiantar diharapkan tidak hanya adil bagi kedua orang tua yang berselisih, namun yang terpenting adalah memberikan jaminan masa depan yang cerah bagi kedua buah hati mereka. Pengadilan Agama Pematangsiantar terus berupaya memberikan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.


Tim IT Pengadilan Agama Pematangsiantar

 

Subkategori

Lokasi Kantor

Jam Layanan

JAM LAYANAN
Senin s / d Kamis
Jum'at
08.00 - 16.30
08.00 - 17.00
ISTIRAHAT
Senin s / d Kamis
Jum'at
12.00 - 13.00
12.00-13.30

Statistik

Hari ini
Minggu Ini
Bulan Ini
TOTAL
2211
4371
27712
2603420

38.03%
4.78%
55.47%
1.27%
0.45%
0.01%

Alamat IP Anda: 18.97.14.88
  • Ucapan_pelantikan_Irma.png
  • Ucapan_Bawah_Intan_dan_Dwi.png
  • Ucapan_Bawah_panmud_gugatan.png
  • Ucapan_Bawah_Hakim.png
  • Bu_dasma.png
  • Pak_Rivi.png