Bina mental kembali dilakukan pada tanggal 10 Juni 2021 setelah terjeda beberapa saat selama bulan Ramadhan dan kali ini dibawakan oleh Kasub Bagian Umum dan Keuangan Dadan Dzulqornaen Riyadi, SH.I. Pada bina mental ini dikisahkan mengenai raja Sholeh dan raja zalim. Pada zaman dahulu kala ada seorang raja yang amat zalim. Tiba-tiba ia menderita sakit berat. Lalu para tabib di negerinya dikumpulkan untuk menemukan penyembuhnya. Hingga akhirnya ditemukanlah obatnya yaitu dengan mengonsumsi sejenis ikan tertentu. Namun pada saat itu bukanlah musim ikan tersebut untuk muncul ke permukaan. Anehnya, walaupun belum musimnya, ternyata ikan tersebut sangat banyak muncul di permukaan laut. Sang raja akhirnya mengonsumsi ikan tersebut dan ia sembuh dan sehat seperti sedia kala.

Di belahan negeri lainnya, ada seorang raja yang Sholeh dan bijaksana yang tiba-tiba jatuh sakit. Para tabib di negerinya pun mengatakan hal sama bahwa obatnya ialah sejenis ikan yang sama. Dan pada saat itu merupakan musim dari ikan tersebut untuk muncul dipermukaan laut, sehingga akan mudah untuk mendapatkan obat bagi sakitnya sang raja. Tetapi yang terjadi ialah ikan-ikan tesebut tidak ada satupun yang tampak. Hingga akhirnya sang raja pun tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir. Ternyata si raja zalim yang selama ini banyak berbuat dosa pernah berbuat kebaikan. Lalu Allah SWT memberikan balasan atas amal baiknya sebelum ia meninggal dunia.Sehingga saat wafat, tidak akan ada lagi kebaikannya dan ia akan datang membawa dosa-dosanya.

Sedangkan sang raja Sholeh walaupun selalu berbuat baik, tetapi ia pernah berbuat salah. Allah SWT pun membalas perbuatan salahnya dengan menolak kesembuhannya, karena hukuman atas dosanya telah ditunaikan di dunia. Sehingga saat meninggal ia akan menghadap Allah SWT dengan seluruh kebaikannya tanpa ada sedikitpun dosa yang tertinggal. Dari kisah ini dapat dipetik kesimpulan bahwa ada kesalahan yang hukumannya langsung ditunaikan didunia ini, sehingga di akhirat nanti dosanya tidak diperhitungkan lagi. Begitu juga sebaliknya, kebaikan yang dilakukan langsung Allah balas di dunia sehingga ketika meninggal tidak ada lagi sisa kebaikan yang dibawa ke akhirat. Semoga kita termasuk hamba Allah yang ketika menghadapnya dalam keadaan husnul khatimah. Wallahu A’lam Bishawab.

Tim IT-PA Pematangsiantar

  • Ucapan_Ketua_Juli_21.jpg
  • Ucapan_Waka_PTA.jpg
  • Ucapan_Waka_Kisaran.jpg