PEMATANGSIANTAR — Keluarga besar Pengadilan Agama (PA) Pematangsiantar kembali menyelenggarakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Acara yang berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan ini dilaksanakan pada Jumat (28/08/2026), bertempat di Mushollah Al-Mizan, lingkungan kantor Pengadilan Agama Pematangsiantar.
Peringatan hari besar Islam ini dihadiri oleh seluruh jajaran aparatur pengadilan, mulai dari Pimpinan, para Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional dan PPPK.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan dilanjutkan dengan lantunan Shalawatan Mahallul Qiyam yang menggema syahdu di dalam mushollah. Seluruh jamaah yang hadir tampak berdiri dan larut dalam kekhusyukan, menggemakan pujian dan selawat sebagai wujud rasa cinta serta kerinduan yang mendalam kepada junjungan alam, Nabi Agung Muhammad SAW.
Acara kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar, Ibu Sri Hartati, S.H.I., M.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh panitia dan keluarga besar PA Pematangsiantar yang telah berpartisipasi sehingga acara peringatan Maulid Nabi ini dapat terlaksana dengan baik dan penuh kebersamaan. Beliau juga mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan momentum peringatan ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi serta memperkuat niat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan demi meneladani nilai-nilai kebaikan Rasulullah SAW.
Memasuki acara inti, para hadirin disuguhkan dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz H. Zainal Abidin, S.Pd., Lc. Selain dikenal sebagai dai yang aktif berdakwah di tengah masyarakat, beliau juga merupakan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darus Sa'adah.
Dalam tausiyahnya yang inspiratif, Ustadz Zainal Abidin mengupas tuntas tentang pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di dunia kerja.
Beliau secara khusus menekankan bahwa akhlak, integritas, dan sifat-sifat kenabian seperti siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas) sangat relevan untuk direfleksikan oleh para aparatur peradilan.
"Sebagai pelayan masyarakat dan penegak hukum, nilai-nilai keadilan, kesabaran, serta kejujuran yang dicontohkan oleh Rasulullah harus selalu menjadi spirit dan pondasi utama bapak dan ibu sekalian dalam menjalankan amanah pekerjaan sehari-hari," pesan Ustadz Zainal Abidin di hadapan para pegawai PA Pematangsiantar.
Acara peringatan Maulid Nabi 1448 H ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh penceramah, memohon keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam segala urusan.
Melalui momentum peringatan ini, diharapkan kebersamaan dan silaturahmi antar aparatur Pengadilan Agama Pematangsiantar semakin terjalin erat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi penyegar rohani untuk terus meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta integritas moral guna mewujudkan pelayanan peradilan yang prima dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (Tim redaksi PA Pematangsiantar)